Jejak Prostitusi Lesbian

“Ya, namaku Rere. Sering dipanggil Re:. Pelacur itu pekerjaanku! Lebih tepatnya, pelacur lesbian! Lonte! Sampah masyarakat!” (hlm. 71).

Itulah kata kata lugas yang diutarakan sosok remaja Re: pada sang pencerita dalam novel Re: karya Maman Suherman. Ada nada kemarahan dan protes yang ingin disampaikan mengenai jati dirinya yang sebenarnya.

Berprofesi sebagai gadis penjaja cinta (khusus melayani sesama perempuan) bukanlah keinginan Re:. Apa yang menjadikannya terjerumus ke dalam dunia esek-esek ini menjadi wacana yang ingin disampaikan oleh Kang Maman. Faktor apakah yang membuat mereka rela dianggap sebagai sampah masyarakat.

Sebagai anak yang terlahir dari hubungan di luar nikah, Re: tumbuh dalam stigma yang mengelilinginya, yaitu anak haram. Barang najis bagi banyak orang karena hasil dari hubungan terlarang.

Selepas ibunya meninggal, Re: diasuh oleh neneknya yang makin membenci keberadaannya karena dianggap anak pembawa sial. Dari sini, Re: menjadi anak yang lebih pendiam, bahkan terbawa sampai usia sekolah. Mental yang terhinakan membuat ia jadi penyendiri.

Tumbuh di lingkungan penuh cacian dan makian, kepribadian Re: menjadi sedikit demi sedikit mulai melawan dengan cara yang remaja lakukan: nakal. Pubertas yang harusnya penuh dialog kasih sayang dengan orangtua, sama sekali tak dirasakannya.

Di masa SMA, kehidupan bebas mulai dijalaninya. Dan akhirnya dia pun mewarisi apa yang ibunya pernah alami, yaitu hamil di luar nikah.

Berawal dari kehamilan di luar nikah inilah Re: terjerumus ke cengkeraman seorang mucikari yang dengan cerdiknya mampu mendorong dia untuk mencari uang dengan dengan menjual diri.

Sebagaimana yang diceritakan oleh Kang Maman, novel ini ia tulis berdasarkan penelitiannya saat membuat skripsi sebagai mahasiswa kriminologi. Di tahun 80-an, pelacur lesbian masih menjadi tanda tanya keberadaanya dan Kang Maman berhasil mengungkapnya. Pelacur lesbian itu memang benar adanya.

Sosok Re: adalah salah satu obyek penelitiannya itu. Melalui sosok Re:, Kang Maman berhasil mengungkap lebih banyak lagi sisi sisi dunia pelacuran ibu kota.

Apa yang ditawarkan oleh Kang Maman mungkin tak seheboh dengan apa yang ditulis oleh Moammar Emka dalam Jakarta Undercover. Namun, apa yang dikisahkan Kang Maman dalam novel ini, banyak menelisik sisi kemanusiaan dunia pelacuran.

Dunia prostitusi memang sejalan dengan peradaban manusia itu sendiri. Selalu hadir secara tersembunyi maupun terbuka. Banyak yang mencemoohnya namun tak sedikit pula yang berusaha memahaminya dari berbagai sisi.

Salah satunya adalah penyebab seseorang menjadi pelacur. Keterhimpitan ekonomi adalah penyebab utama. Dan ini sering dimanfaatkan orang-orang picik dan jahat yang suka memperbudak orang lain; germo.

Kisah seorang pelacur mampu menginspirasi Titiek puspa menulis lagu Kupu-Kupu Malam. Kita bisa mencari penyebab lahirnya lirik “bekerja bertaruh seluruh jiwa raga” yang begitu melegenda itu.

Apakah kita pernah membayangkan bahwa seseorang rela dihina dan dicemooh setiap hari sebagai pelacur hanya demi menghidupi anak-anaknya? Hidup banyak pilihan, tapi kenapa harus melacur?

Secara garis besar, banyaknya pelacuran disebabkan oleh akses ekonomi yang sulit. Ditambah lagi, jebakan oknum (mucikari) yang memanfaatkan kelemahan para perempuan yang terdesak secara ekonomi dengan menjeratnya dengan utang piutang yang ditentukan secara sepihak. Dan Re: adalah bagian dari salah satu yang terjerat itu.

Novel ini juga menunjukkan beberapa lokasi hotspot tempat pelacuran di Ibukota yang sampai sekarang masih terdengar. Untuk yang pernah membaca Jakarta Undercover-nya Moammar Emka, pembaca bisa menemukan banyak kesamaan tempat dengan yang ditulis di buku ini. Mungkin pelayanan dan tampilannya saja yang berbeda, tapi intinya tetap sama di kedua buku itu. Bisnis kelamin.

Prostitusi adalah cara instan mendapatkan uang, terutama bagi para germo alias mucikari. Nah, bagi mereka yang tak punya pilihan lagi mengakses ekonomi disertai minimnya keterampilan, mampukah memalingkan muka dari godaan rupiah untuk menjual diri? Dan sekali lagi, hidup adalah pilihan. Selamat membaca.

Judul: Re:
Penulis: Maman Suherman
Penerbit: Jakarta; POP, 2014
Tebal: vi+160
ISBN: 978 979 91 0702 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s