Benturan NU dan Muhammadiyah pada Novel Mahfud Ikhwan

kambing_dan_hujan_001Benturan budaya sudah sering menjadi bumbu penyedap dalam cerita fiksi. Namun bagaimana kalau  yang menjadi bumbu adalah friksi dalam interaksi sosial antara dua ormas terbesar di Indonesia; Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Tentunya ini sangat rawan untuk diperbincangkan namun dalam jagad dunia fiksi- baca sastra, semua yang tidak mungkin menjadi mungkin karena kenyataan dan rekaan dalam fiksi berkelindan mesra dalam sebuah teks yang bebas untuk ditafsirkan.

Dalam novel karangan Mahfud Ikhwan ini, konflik diawali dengan keinginan Miftahul Abrar dan Nurul Fauzia untuk menikah dan masing masing harus  meminta persetujuan kedua orang tuanya. Dari sini semua kompleksitas cerita bermula.

Keduanya adalah anak dua tokoh penting di dusun Centong yang masing masing menjadi pengurus Masjid Utara dan Masjid Selatan dan di kedua mesjid tersebut adalah perwujudan dua ormas besar di negeri ini yaitu Muhammadiyah dan NU.

Iskandar sebagai orang tua Mif, panggilan Miftahul Abrar adalah pengurus Masjid Utara yang berafiliasi ke Muhammadiyah yang mengklaim sebagai Islam pembaruan dan Muhammad Fauzan ayah dari Fauzia adalah pengurus Masjid Selatan yang berafiliasi ke NU yang dianggap sebagai Islam tradisionalis.

Ternyata tanpa sepengetahuan Mif dan Fauzia kedua orangtua yang akan berbesanan ini meskipun berbeda organisasi, sebenarnya keduanya ini adalah sahabat di waktu kecil. Bahkan tanpa sepengetahuan kedua sejoli yang hendak menikah  ini,  ternyata ibu fauziah adalah gadis yang dulu sempat berpacaran dengan bapaknya mif. Hanya karena berbeda golongan saja bapaknya mif urung menikah dengan ibunya fauzia.

Konflik antara muhammadiyah dan NU yang disodorkan dalam novel ini memang sebagaimana konflik yang terjadi di tataran akar rumput yang selama ini terjadi pada kedua organisasi ini. Perdebatan antara Qunut dan tidak Qunut dalam shalat subuh, jumlah rakaat dalam tarawih maupun ritual kebudayaan lainnya semisal syukuran sedekah bumi dan masalah dua adzan dalam pelaksanaan shalat Jumat.

Penggambaran konflik dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia pada novel ini yang mengambil setting sebuah kampung kecil di pantai utara Lamongan berbatasan dengan Kabupaten Tuban  ini seolah menjadi kaca benggala bagaimana interaksi kedua ormas tersebut selama ini berlangsung dan mewarnai kehidupan agama kedua Ormas ini di Indonesia.

Novel ini seolah mengkritik bagaimana konflik yang terjadi pada kedua ormas tersebut sebenarnya hanyalah berkutat pada hal hal yang bukan prinsipil dalam sebuah ritual keagamaan karena apa yang kedua ormas ini jalani  keduanya bisa dibenarkan karena masing masing mengacu pada lima mazhab besar, Sunni.

Sebagai organisasi yang sama-sama ahlussunah mungkin perdebatan yang terjadi hanyalah sebuah riak kecil karena banyak faktor-faktor lain  selain factor  agama yang membuat perdebatan ini lestari pada tataran akar rumput kedua organisasi.

Akhirnya, apakah masing masing menerima  jalan hidup yang hendak ditempuh anak-anaknya atau  harus memegang teguh garis organisasi yang mereka yakini. Akankah keluarga mereka menjalankan ritual berbeda dalam satu rumah jika keduanya harus berbesanan.

Bagaimana para jamaah masjid utara dan jamaah masjid Selatan akan bersuara melihat apa yang telah mereka jalani. Apakah demi cinta anak anak mereka, mereka harus rela melakukan kompromi meski itu melawan garis garis organisasi yang sudah selama ini mereka perjuangkan hingga menjadi sebuah trade mark yang diyakini banyak orang. Selamat membaca!

Judul: Kambing dan Hujan
Penulis: Mahfud Ikhwan
Penerbit: Bentang (PT Bentang Pustaka) Yogyakarta
Cetakan: Mei 2015
Tebal: vi+374 hlm; 20,5 cm
ISBN: 978-602-291-027-5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s